Chevron Right Black Berita Kami Chevron Right Gray Sehari Belajar Bersama Mentor Volunteer Standard Chartered Bank, Pahami Lebih Jauh tentang Literasi Keuangan
Standard - Plan Indonesia

Sehari Belajar Bersama Mentor Volunteer Standard Chartered Bank, Pahami Lebih Jauh tentang Literasi Keuangan

19 June 2026

Jakarta, 8 Juni 2026 – Persiapan kerja tidak terbatas pada kemampuan teknis yang harus dikuasai sebelum memasuki industri. Pengetahuan yang esensial, seperti cara mengatur keuangan dan menabung setelah menerima gaji pertama, hingga perlindungan data keuangan juga penting untuk diketahui pekerja dan calon pekerja muda.

Berangkat dari konteks tersebut, tim volunteer Standard Chartered Bank Indonesia mengadakan kelas mentoring bertajuk “Essential Financial Practices: Managing Money, Investing, AML (anti money laundering), and Data Protection” pada Senin (8 Juni 2026). Kegiatan yang dilaksanakan di kawasan Sudirman, Jakarta Selatan ini, dihadiri oleh enam orang staf sekaligus mentor yang berasal dari berbagai departemen Standard Chartered Bank, juga 10 orang peserta program kewirausahaan maupun ketenagakerjaan yang didukung oleh Standard Chartered Foundation di Indonesia.

Pada sesi tersebut, sebanyak lima peserta Futuremakers Youth Employability Programme– program kesiapan kerja yang dilaksanakan oleh Plan Indonesia dengan dukungan Standard Chartered Foundation—turut mengikuti mentoring dan diskusi bersama para mentor. Tidak hanya mendapat pembekalan mengenai empat topik keuangan yang diangkat, mereka juga berdiskusi dengan para mentor terkait perjalanan karier saat ini.


Ajeng (kiri) dalam kegiatan mentoring bersama Standard Chartered Bank dan di Sudirman, Senin (8 Juni 2026). Foto: Plan Indonesia/Masajeng.

Zacky (22 tahun), mahasiswa tingkat akhir sekaligus peserta kelas cybersecurity Futuremakers YEP mengatakan, sesi mentoring itu bermanfaat baginya. “Mentoring ini sangat bermanfaat, terutama di bagian manajemen keuangan, karena Gen Z mungkin baru mulai bekerja dan memiliki banyak kebutuhan (keuangan),” ujar Zacky.

Sementara, Ajeng (24 tahun), seorang fresh graduate sekaligus peserta kelas social media marketing Futuremakers YEP mengatakan, sesi mentoring ini mengingatkan dirinya tentang pentingnya edukasi terkait perlindungan data keuangan.

“Kita sebagai Gen Z harus melakukan edukasi kepada orang tua atau (orang) yang mungkin kurang memahami teknologi, agar mereka lebih menyadari pentingnya perlindungan data pada sistem keuangan digital,” sebut Ajeng.

Setelah mengikuti mentoring, para peserta masih akan terus menjalani berbagai rangkaian program Futuremakers YEP.  Selain mengikuti pelatihan untuk memperkuat kemampuan teknis di bidang IT, sebanyak 1.900 peserta Futuremakers YEP juga akan berkesempatan mengikuti berbagai sesi literasi keuangan dan kegiatan pencocokan kerja (job matching)  yang dilaksanakan Plan Indonesia hingga 2027 mendatang.

Program Standard Chartered Foundation’s Futuremakers YEP merupakan bagian dari inisiatif ketenagakerjaan kaum muda Plan Indonesia yang bertujuan mendukung terbentuknya generasi terdidik dan berdaya. Hingga 2025, lebih dari 108 ribu kaum muda dari berbagai wilayah Indonesia telah mengikuti pelatihan kesiapan kerja Plan Indonesia. Lebih dari 17 ribu peserta juga telah mendapatkan pekerjaan penuh atau paruh waktu, melakukan magang, maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Bagikan :