Transformasi PAUD Ijtihadul Muslimin: Perjalanan Panjang Menjadi Pusat Pendidikan Holistik Integratif di Desa Sigar Penjalin
08 October 2025
PAUD Ijtihadul Muslimin di Dusun Rangsot Timur, Desa Sigar Penjalin, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara, telah menempuh perjalanan panjang sejak berdiri tahun 2006 di bawah naungan Yayasan Ijtihadul Muslimin. Awal pendiriannya penuh tantangan, di mana para guru harus melakukan sosialisasi dari rumah ke rumah dan mengikuti berbagai pertemuan warga untuk meyakinkan orang tua tentang pentingnya pendidikan anak usia dini. Ketua Yayasan sekaligus Ketua HIMPAUDI Kabupaten Lombok Utara, Lalu Maidin, S.Pd, bersama guru-guru PAUD pada saat itu terus berupaya membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan pra-sekolah ini. “Pada awal pendirian, kami harus melakukan sosialisasi tentang PAUD ini dari rumah ke rumah serta memanfaatkan forum pertemuan warga seperti rapat RT maupun kegiatan pengajian” kenang Asmini, Kepala PAUD Ijtihadul Muslimin.
Tantangan berat datang pada tahun 2018 ketika bangunan PAUD roboh akibat gempa, memaksa kegiatan belajar mengajar dilakukan di tenda darurat selama kurang lebih setahun hingga akhirnya mendapatkan program pembangunan gedung baru di tahun 2020.
Perkembangan signifikan terjadi pada tahun 2010 ketika PAUD ini bekerja sama dengan Penyuluh KB Kecamatan Tanjung, Hj. Murniati, menginisiasi Kelas Bina Keluarga Balita (BKB), yang kemudian menjadi cikal bakal transformasi menuju PAUD Holistik Integratif (PAUD HI). Pendekatan holistik ini mengintegrasikan lima layanan utama: pendidikan, kesehatan dan gizi, pengasuhan, perlindungan anak, serta kesejahteraan. Layanan pendidikan tidak hanya fokus pada stimulasi motorik dan kognitif anak, tetapi juga melibatkan orang tua melalui kelas pengasuhan atau kelas BKB yang mengajarkan pola asuh positif, pencegahan kekerasan pada anak, serta pembiasaan hidup bersih dan sehat.
Dukungan nyata datang dari berbagai pihak, termasuk Balai Penyuluh KB Kecamatan Tanjung yang menyediakan BKB Kit berisi berbagai alat permainan edukatif dan Kartu Kembang Anak (KKA), serta Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) yang mendistribusikan Kalender 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Kalender ini dirancang untuk memandu orang tua dalam memantau dan mengoptimalkan tumbuh kembang anak selama periode emas 1.000 HPK, mulai dari masa kehamilan hingga anak berusia 24 bulan. “Kami memanfaatkan kalender ini sebagai media edukasi dalam kelas pengasuhan untuk mendorong orang tua agar memahami tentang aktivitas harian selama 1.000 HPK” ungkap Asmini.
Keberhasilan PAUD Ijtihadul Muslimin sebagai PAUD HI sangat dirasakan manfaatnya oleh orang tua siswa. Nia Satriani, salah satu orang tua siswa menyampaikan bahwa melalui kegiatan kelas pengasuhan, para orang tua mendapat berbagai pengetahuan tentang pengasuhan anak, mulai dari pengetahuan tentang perkembangan motorik anak dan bagaimana cara melatihnya dengan kegiatan sederhana, pembiasaan kegiatan beribadah secara teratur, pola asuh yang baik dengan menghindari terjadinya kekerasan fisik dan verbal kepada anak, serta pembiasaan hidup bersih dan sehat seperti rajin mencuci tangan dan mandi setiap hari. Hal yang sama juga disampaikan oleh Baiq Wazia. Ia mengaku menjadi lebih sabar dalam mengasuh anak setelah mengikuti berbagai penyuluhan. Ia juga belajar tentang pentingnya membatasi penggunaan gawai pada anak dan cara memilih jajanan sehat.
Asmini menekankan bahwa pendidikan anak tidak hanya terjadi di sekolah, tetapi juga di rumah, sehingga kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan PAUD HI ini. Dari belajar di tenda darurat pasca gempa hingga menjadi PAUD percontohan, perjalanan PAUD Ijtihadul Muslimin membuktikan bahwa ketekunan dan kerja sama berbagai pihak mampu menciptakan perubahan nyata bagi masa depan anak-anak di desa.