Chevron Right Black Berita Kami Chevron Right Gray Temu Teman Plan: Bersama Membuka Jalan Menuju Kesetaraan Pendidikan 

Temu Teman Plan: Bersama Membuka Jalan Menuju Kesetaraan Pendidikan 

27 July 2026

Suasana hangat dan penuh keakraban terasa di Senayan Park, Jakarta, ketika 100 Teman Plan berkumpul dalam acara Temu Kumpul Teman Plan. Lebih dari sekadar ajang silaturahmi, kegiatan ini menjadi ruang berbagi cerita, pengalaman, dan inspirasi mengenai bagaimana dukungan para Teman Plan telah membantu membuka akses pendidikan yang lebih setara bagi anak-anak di Indonesia, khususnya anak perempuan.

Acara dibuka oleh Urip Budiarto, Direktur Resource Mobilization Plan Indonesia, yang menyampaikan apresiasi kepada seluruh Teman Plan atas komitmen dan kepercayaan yang telah diberikan selama ini.

Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan sesi bincang inspiratif bersama Dini Widiastuti, Direktur Eksekutif Plan Indonesia, dan Yosina, alumni Youth Advisory Panel Plan Indonesia sekaligus penerima beasiswa Girls Fund.

Dalam sesi tersebut, Dini mengajak para donor melihat pendidikan dari perspektif yang lebih luas. Sebab pendidikan adalah tentang memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, merasa aman, dan menentukan masa depannya.

Melalui berbagai program, Plan Indonesia berupaya membangun ekosistem yang mendukung tumbuh kembang anak, mulai dari pendidikan anak usia dini, sekolah aman, pendidikan dalam situasi darurat, beasiswa, hingga pengembangan kepemimpinan anak perempuan melalui berbagai inisiatif.

“Yang ingin kami bangun bukan hanya akses pendidikan, tetapi lingkungan yang mendukung anak-anak untuk berani bermimpi, menyampaikan pendapat, dan menjadi pemimpin bagi dirinya maupun komunitasnya,” jelas Dini.

Cerita Yosina menjadi salah satu momen yang paling menyentuh dalam acara tersebut. Tumbuh di sebuah desa di Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur, Yosina harus menempuh perjalanan berjam-jam menuju sekolah, menghadapi keterbatasan akses air bersih, layanan kesehatan, hingga jaringan internet.

Melalui program Kelas Mapan, Yosina mulai belajar tentang kepemimpinan, kesetaraan gender, hingga pentingnya menentukan masa depan. Di usia 17 tahun, ia bahkan menjadi fasilitator yang mendampingi anak-anak di desanya. Perjalanan itu tidak mudah. Masih banyak orang tua yang belum mengizinkan anak perempuannya mengikuti kegiatan karena menganggap perempuan tidak perlu menjadi pemimpin.

Bersama guru, pemerintah desa, tokoh adat, dan tim Plan Indonesia, Yosina melakukan pendekatan kepada masyarakat. Perlahan, pandangan tersebut mulai berubah. Anak-anak perempuan yang sebelumnya tidak berani berbicara kini aktif mengikuti berbagai kegiatan sekolah, tampil di depan umum, bahkan menjadi penggerak di lingkungan mereka.

“Saya percaya setiap anak berhak mendapatkan kesempatan untuk memilih masa depannya. Kalau saya bisa mendapat kesempatan itu, saya ingin anak-anak lain juga merasakannya,” ungkap Yosina.

Setelah sesi diskusi, suasana semakin akrab melalui workshop shibori. Dengan penuh antusias, para Teman Plan mencoba teknik pewarnaan kain khas Jepang sambil saling berkenalan dan berbagi cerita. Tawa dan percakapan hangat memenuhi ruangan, mencerminkan semangat kebersamaan yang menjadi inti dari komunitas Teman Plan.

Acara kemudian ditutup dengan makan siang bersama dan sesi foto bersama sebagai simbol komitmen untuk terus berjalan bersama mewujudkan dunia yang lebih setara bagi setiap anak.

Melalui Temu Teman Plan, Plan Indonesia ingin menegaskan bahwa perubahan tidak lahir dari satu pihak saja. Kesetaraan pendidikan hanya dapat terwujud ketika masyarakat, pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan para donor berjalan bersama.

Karena di balik setiap anak yang dapat terus bersekolah, berani bermimpi, dan percaya pada masa depannya, selalu ada kepedulian Teman Plan yang menjadi bagian dari perjalanan tersebut.

Bagikan :