Gelar Turnamen Nasional ‘Soccer for Equality 2026’, Plan Indonesia satukan 173 tim Sepak Bola untuk perjuangkan hak anak di NTT
19 July 2026
Bandung, 19 Juli 2026 – Bandung resmi menjadi tuan rumah babak final sekaligus puncak rangkaian turnamen nasional sepak bola inklusif tingkat nasional, Soccer for Equality 2026. Di inisiasi oleh Plan Indonesia bersama SalingJaga dari Kitabisa, Turnamen ini menjadi panggung kompetisi sepak bola inklusif serta gerakan solidaritas nasional untuk mendukung akses pendidikan dan kesempatan yang setara bagi anak-anak, khususnya di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Rangkaian Soccer for Equality 2026 dimulai di Jabodetabek (16–17 Mei 2026), berlanjut ke Malang (30–31 Mei 2026), Balikpapan (13–14 Juni 2026), Makassar (4–5 Juli 2026), dan mencapai puncaknya di Bandung pada 18-19 Juli 2026 sebagai kota penutup sekaligus simbol perjuangan kesetaraan gender melalui olahraga. Total terdapat 173 tim dengan 32 di antaranya adalah tim sepak bola perempuan dari usia 10-12 tahun.
Di balik kemeriahan turnamen Soccer for Equality 2026, tersimpan misi sosial yang mendesak bagi kesejahteraan anak perempuan di NTT. Berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS), rata-rata lama sekolah di Nusa Tenggara Timur pada 2024 baru mencapai sekitar 8,38 tahun, masih tertinggal dari rata-rata nasional sebesar 9,22 tahun. Kondisi ini kian diperparah oleh tingginya angka perkawinan anak dan diskriminasi berbasis gender yang terus menjadi penghalang besar bagi anak perempuan untuk meraih masa depan.

“Sepak bola adalah ruang yang setara. Di lapangan, tidak ada batasan siapa yang boleh bermimpi atau menunjukkan kemampuan. Melalui Soccer for Equality, kami ingin memastikan lebih banyak anak perempuan memiliki kesempatan berpartisipasi dalam olahraga, termasuk sepak bola yang selama ini identik dengan laki-laki. Kami ingin mereka tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, berani memimpin, dan yakin bahwa mereka mampu meraih cita-citanya,” Tegas Dini Widiastuti, Direktur Eksekutif Plan Indonesia
Soccer for Equality turut mendapat dukungan dari masyarakat melalui ekosistem filantropi digital. Melalui inisiatif sport charity, turnamen ini sekaligus menjadi wadah penggalangan dana publik untuk bergerak bersama memberikan kontribusi mendukung pemenuhan hak hak anak terutama hak pendidikan anak-anak di NTT.
Marsudi Wijaya, VP Crowdfunding Kitabisa sekaligus perwakilan dari SalingJaga / Beyond The Game menambahkan, “Kami di SalingJaga percaya, perubahan besar dimulai dari aksi bersama. Dengan semangat gotong royong lewat sepak bola, kami ingin mengajak masyarakat terlibat aktif dalam perjuangan mewujudkan kesetaraan. Kolaborasi bersama Plan Indonesia memadukan esensi perlindungan, kesehatan dan solidaritas sosial demi memberikan kesempatan yang adil bagi anak-anak perempuan di NTT untuk meraih hak pendidikan mereka.