Chevron Right Black Cerita Kami Chevron Right Gray Sebungkus Pembalut di Pos Pengungsi

Sebungkus Pembalut di Pos Pengungsi

28 August 2026

Siang itu panas sekali. Setelah distribusi air bersih di posko bukit, kami mampir di posko utama yang berada di pertigaan jalan raya. Tempat ini adalah salah satu titik distribusi air bersih yang kami sediakan untuk mendukung kegiatan dapur umum serta sanitasi di posko pengungsian.

Karena banyak yang bertanya tentang arti dari akronim-akronim yang kami sematkan pada paket-paket bantuan, Maria lalu bercerita dan menjelaskan kepada warga terdampak di posko ini tentang distribusi paket, khususnya paket MHM (manajemen kesehatan menstruasi) yang sudah kami lakukan di beberapa titik sejak tanggal 16 agustus 2026. Tanpa sanggahan lisan, mereka mendengarkan dengan saksama cerita Maria.

Namun, berbagai kepala dengan pemikiran yang berbeda-beda memicu beragam tanggapan. Mayoritas memaklumi, namun tidak sedikit juga yang bingung, dan berbagai bisik-bisik pertanyaan pun berseliweran di antara mereka.

“Kenapa pembalut? Kenapa bukan beras? Pakaian bekas? Kami punya lemari pakaian yang rusak tertimpa beton.”

Tiba-tiba seorang remaja berusia kurang lebih 15 tahun maju dan menghampiri Maria, lalu berbisik di telinganya:

“Kakak, masih ada pembalut? Saya boleh minta satu sekarang?”

Maria spontan membuka tasnya, mengambil sebungkus pembalut, dan menyerahkan kepadanya.

“Pakai ini dulu ya, sebentar Kakak ke Ruteng baru beli lagi untuk kamu pu stok di posko e!”

“Terima kasih Kakak, saya lagi haid, tapi tidak ada pembalut, rumah saya sudah hancur di seberang jalan,” ungkapnya.

Semua yang mendengar itu terdiam, atau lebih tepatnya, kesadaraan mereka tersentak melalui momen itu.

Seketika hening.

“Terima kasih e Nong, Nona.” Suara parau dari salah seorang ibu lansia di posko memecah keheningan itu.

“Untuk kami mama-mama dan anak perempuan, kami butuh sekali ini pembalut dan air bersih saat haid. Biar gempa, rumah hancur, lemari hancur, kami tetap haid. Terima kasih kamu su ingat kami punya kebutuhan ini,” ungkapnya.

Ditulis oleh: Alfred Ike Wurin | Editor: Novita Destiana | Foto dan Data: Alfred Ike Wurin/Plan Indonesia

Bagikan :