Remaja Festival 2025: Ribuan Kaum Muda Jakarta Suarakan Gaya Hidup Sehat
14 September 2025
Jakarta, 14 September 2025 – Gaya hidup tidak sehat membuat remaja Jakarta semakin rentan terhadap penyakit tidak menular (PTM), seperti kanker, penyakit jantung, dan gangguan mental. Salah satunya dipicu oleh peningkatan tren penggunaan rokok elektronik. Data Survei Kesehatan Indonesia 2023 menunjukkan bahwa Daerah Khusus Jakarta menempati urutan ke-4 tertinggi di Indonesia dalam penggunaan rokok elektronik (6,3%) dan secara nasional, 9,9% perokok remaja tercatat sebagai pengguna vape/pod.
Bertepatan dengan Hari Remaja Internasional pada tanggal 12 Agustus di seluruh dunia, Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) bersama Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Jakarta menyelenggarakan Remaja Festival 2025 sebagai salah satu puncak rangkaian program Young Health Programme (YHP) yang telah berjalan selama lima tahun dengan dukungan AstraZeneca Indonesia.
REMAJA FEST, yang menghadirkan 3.000 remaja Daerah Khusus Jakarta dibuka dengan apresiasi dari Rano Karno, Wakil Gubernur Daerah Khusus Jakarta atas kegiatan ini yang merupakan bukti nyata kolaborasi pemerintah provinsi, masyarakat, dan organisasi seperti Plan Indonesia, dalam menciptakan ruang positif bagi anak dan remaja untuk berekspresi, berkreasi, sekaligus menyuarakan pentingnya kesehatan jiwa dan raga.
“Kesehatan remaja adalah fondasi masa depan. Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Jakarta berkomitmen untuk terus mendorong kebiasaan bergerak dan berolahraga untuk membangun masyarakat yang lebih sehat,” tambah Rano.
Remaja Jakarta Kampanye Gaya Hidup Sehat
Remaja Festival 2025 terdiri dari dua rangkaian utama. Pertama, penampilan di Panggung Pekan Raya Jakarta. Kedua, kolaborasi dengan gerakan Jakarta Berjaga (Jakarta Bergerak, Bekerja, Berolahraga, Bahagia). Selama dua bulan terakhir, remaja telah mengekspresikan kampanye mereka melalui lomba edukasi reels Instagram bertema rokok, lomba film pendek tentang kesehatan mental, “No Screen Challenge” untuk mengurangi penggunaan gawai, hingga tantangan 7.500 langkah per hari. Semua ini menjadi wadah kreatif bagi remaja untuk menyuarakan gaya hidup sehat.
Program Director Plan Indonesia, Ida Ngurah, menegaskan, “Kaum muda berhak mendapatkan informasi yang selengkap-lengkapnya terkait hal-hal yang menyangkut kesehatan mereka, sehingga mereka bisa mengambil keputusan yang tepat. Mereka juga harus didukung oleh linkungan yang aman dan nyaman. Remaja Fest menjadi momentum besar untuk menyuarakan sekaligus mengajak seluruh lapisan masyarakat mendorong gaya hidup sehat, khususnya bagi anak dan remaja.”
Hari ini, ribuan kaum muda berkumpul dalam Remaja Festival 2025 yang dikemas secara kreatif melalui kegiatan Fun Run, Clash of Champions, talkshow kesehatan mental, hingga penampilan tari, drama, dan musik. Ajang ini menjadi kampanye luas untuk menyuarakan hidup sehat dengan cara yang dekat dengan dunia remaja.
Saniyyah (18 tahun), Pendidik Sebaya YHP Pendidik Sebaya YHP, mengaku banyak perubahan positif terjadi dalam dirinya dan lingkungannya sejak aktif di YHP. Pada tahun ke-4 (2024), Pendidik Sebaya YHP terbukti berhasil mendorong perubahan perilaku hidup sehat hingga 68% dari sebelumnya 33% di 40 sekolah intervensi YHP di Daerah Khusus Jakarta.
“Selain bisa meningkatkan kapasitasku sendiri, aku bangga bisa membawa perubahan langsung ke lingkunganku. Dampak REMAJA FEST tidak akan berhenti di sini, tapi terus menciptakan gelombang perubahan yang lebih besar, menjadikan remaja Indonesia lebih sehat, cerdas, dan berdaya,” ujar Saniyyah.
Selama lima tahun terakhir, YHP bertujuan memastikan anak dan kaum muda di Daerah Khusus Jakarta memiliki pengetahuan lebih baik tentang pencegahan PTM seperti diabetes tipe II, kanker, penyakit jantung, penyakit pernapasan, serta isu kesehatan mental dan neurologis.
Faktor risiko seperti merokok, pola makan tidak sehat, kurangnya aktivitas fisik, dan penggunaan gawai berlebihan menjadi fokus utama kampanye. Selain lima faktor risiko PTM tersebut, YHP juga membahas Hak Kesehatan Seksual Dan Reproduksi (HKSR), gender dan kesetaraan gender, serta kesejahteraan emosional sebagai pendekatan dalam pencegahan PTM.
***
Tentang Young Health Programme AstraZeneca:
Young Health Programme (YHP) AstraZeneca merupakan program pencegahan penyakit global yang berfokus utama pada kaum muda berusia 10 hingga 24 tahun yang tinggal di lingkungan yang rentan serta kekurangan sumber daya di seluruh dunia. YHP bertujuan untuk mencegah penyakit tidak menular (PTM) yang paling umum seperti kanker, diabetes, penyakit jantung, penyakit pernapasan, dan gangguan kesehatan mental.
Dengan kemitraan dengan Plan International dan UNICEF dan diinformasikan oleh penelitian dari Sekolah Kesehatan Masyarakat Johns Hopkins Bloomberg, program ini telah menjangkau lebih dari 30 negara dan 12 juta anak muda dengan informasi tentang perilaku yang berisiko menyebabkan PTM. YHP bertujuan untuk mendukung terciptanya lingkungan yang protektif dan memberdayakan kaum muda untuk membuat pilihan berdasarkan informasi tentang kesehatan mereka. Program holistik dan terintegrasi menggabungkan program komunitas, penelitian, dan advokasi serta mendukung pengembangan sosok pemimpin-pemimpin muda. YHP adalah bagian dari komitmen keberlanjutan AstraZeneca untuk menggunakan kemampuan kami dalam membawa dampak yang paling berarti dalam hal yang sangat dibutuhkan masyarakat, yaitu kesehatan.
Informasi tentang Young Health Programme: https://www.younghealthprogrammeyhp.com.
Tentang Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia):
Plan International telah bekerja di Indonesia sejak 1969 dan resmi menjadi Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) pada 2017. Kami bekerja untuk memperjuangkan pemenuhan hak anak dan kesetaraan bagi anak perempuan. Kami juga bekerja bersama kaum muda, untuk memastikan partisipasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan terkait hidup mereka.
Sebagai bagian dari Plan International Inc., Plan Indonesia memiliki program anak sponsor. Plan Indonesia telah membina 32 ribu anak perempuan dan laki-laki di Nusa Tenggara Timur, dengan lima komitmen untuk memenuhi hak dasar mereka, yaitu hak atas akta kelahiran, vaksin dasar, air bersih, sanitasi, dan kebersihan, juga pendidikan. Plan Indonesia bekerja pada 8 provinsi dengan program-program yang bertujuan untuk membangun generasi yang Sehat, Teredukasi, Berdaya, Aman dan Tangguh.
Program-program ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kepemimpinan, agensi, dan gerakan sosial yang melibatkan dan menargetkan agar 3 juta anak perempuan mendapatkan kekuatan yang setara, kebebasan yang setara, dan representasi yang setara. Informasi lebih lanjut: plan-international.or.id