Perjalanan Viona Menjadi Penggerak dari Posyandu Remaja
04 June 2026
Di sebuah desa di Kabupaten Timor Tengah Selatan, seorang remaja bernama Viona perlahan menemukan suaranya. Di usianya yang baru 16 tahun, ia bukan hanya seorang pelajar biasa, melainkan juga seorang co-fasilitator sekaligus kader Posyandu Remaja yang aktif menginspirasi teman-teman sebayanya. Perjalanan Viona tidak datang secara instan, ia tumbuh bersama dukungan, pembelajaran, dan pengalaman yang membentuknya menjadi pribadi yang percaya diri.
Sejak usia 5 tahun, Viona telah menjadi bagian dari program sponsorship Plan Indonesia. Seiring berjalannya waktu, ia tidak hanya menerima manfaat, tetapi juga mulai berperan aktif dalam berbagai kegiatan yang berdampak bagi dirinya dan lingkungan sekitar. Cita-citanya sederhana namun mulia, ia ingin menjadi seorang bidan. Bagi Viona, mimpi itu bukan sekadar harapan, tetapi sebuah tujuan yang ia persiapkan sejak dini.
Melalui berbagai program yang diikuti, Viona mendapatkan pengetahuan penting tentang kesehatan reproduksi remaja, kesehatan mental, serta gizi. Ia juga belajar keterampilan praktis seperti melakukan penimbangan berat badan, memberikan penyuluhan kesehatan, hingga membagikan tablet penambah darah kepada remaja lainnya. Semua itu menjadi bekal berharga yang tidak hanya ia simpan untuk diri sendiri, tetapi juga ia bagikan kepada teman-temannya di Posyandu Remaja.
Tak hanya itu, pengalaman Viona semakin kaya dengan keterlibatannya dalam berbagai kegiatan, seperti family gathering dan sosialisasi pencegahan kekerasan seksual bagi anak dan perempuan. Tahun ini, ia juga mengikuti kegiatan bazar dengan tema literasi dan numerasi dari program sponsorship, kegiatan ini menggunakan sistim Cash Voucher ssistance/CVA, Sponsored Children/SC mendapatkan voucher dengan nilai tertentu dan langsung digunakan untuk membeli sepatu, buku tulis, pulpen, dan buku cerita, dan lain-lain, perlengkapan sederhana yang memperkuat semangat belajarnya.
Peran Viona sebagai kader Posyandu Remaja membawanya ke tingkat yang lebih tinggi. Ia mengikuti berbagai pelatihan penting, termasuk pelatihan fasilitator Posyandu Remaja tingkat kabupaten, kegiatan refresh kader, serta Jambore Posyandu Remaja yang melibatkan peserta dari tujuh desa model pencegahan stunting. Kegiatan-kegiatan ini tidak hanya memperluas wawasannya, tetapi juga mempertemukannya dengan banyak remaja lain yang memiliki semangat yang sama.
Namun, perjalanan Viona tidak selalu mudah. Ia mengingat bagaimana dulu dirinya merasa takut dan tidak percaya diri untuk berbicara di depan umum. Bahkan, saat pertama kali menjadi co-fasilitator ketika masih duduk di kelas 3 SMP, Viona hanya berani membaca catatan materi yang ia bawa. Rasa gugup dan malu kerap menghampiri, membuatnya ragu akan kemampuannya sendiri.
Tetapi seiring waktu, keberanian itu perlahan tumbuh. Dengan terus terlibat dalam kegiatan dan semakin sering menyampaikan materi, Viona mulai merasa lebih nyaman. Ia dan kader lainnya saling bergantian dalam menyampaikan materi di Posyandu Remaja, menciptakan ruang belajar yang suportif. Kini, sebelum setiap kegiatan, Viona selalu mempersiapkan diri dengan mempelajari materi terlebih dahulu agar penyampaiannya lebih jelas dan terstruktur.
“Saya merasa senang bisa terlibat dalam kegiatan Plan Indonesia,” ungkapnya. “Melalui pelatihan fasilitator ini, saya belajar berbicara di depan umum dan sekarang lebih berani tampil. Ilmu yang saya dapat tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga bisa saya bagikan kepada teman-teman lainnya.”
Bagi Viona, perubahan terbesar adalah kepercayaan diri. Dari seorang remaja yang awalnya ragu, kini ia mampu berdiri di depan banyak orang dan menyampaikan pesan-pesan penting terkait kesehatan dan perlindungan diri. Ia bangga bisa menjadi bagian dari perubahan di desanya, menjadi suara bagi remaja lain, sekaligus agen perubahan yang membawa dampak positif.
Kisah Viona adalah bukti bahwa dengan dukungan, kesempatan, dan kemauan untuk belajar, seorang remaja bisa berkembang melampaui batas yang ia bayangkan sebelumnya. Dari langkah kecil di Posyandu Remaja, ia kini melangkah lebih jauh menuju masa depan yang ia impikan.
Dan di setiap langkahnya, Viona tidak hanya membawa mimpinya sendiri, tetapi juga harapan bagi generasi muda di sekitarnya.
Ditulis oleh: Godlief Oematan│Editor: Agus Haru│Foto: Plan Indonesia/Godlief Oematan