Mengenal Diri, Peserta FYEP Talks Belajar Menentukan Arah Karier
20 October 2026
Memilih pekerjaan sering dimulai dari mencari lowongan, padahal langkah pertama yang tak kalah penting adalah mengenal diri sendiri. Hal inilah yang dipelajari para kaum muda peserta Program Standard Chartered Foundation’s Futuremakers Youth Employability Programme (FYEP) melalui FYEP Talks seri ke 7 bertajuk Understanding Our Self Before Understanding the Work. Pemahaman tentang minat, nilai, dan kekuatan diri diperlukan agar anak muda tidak kehilangan arah dalam menjalani kariernya.
Kegiatan ini diselenggarakan secara daring melalui Zoom pada Minggu, 11 Oktober 2026, sebagai bagian dari program FYEP #MudaSiapKerja. Acara berlangsung sekitar dua jam, diikuti sekitar 40 peserta dari berbagai daerah, dan dipandu oleh Tri Aji. Rangkaian kegiatannya meliputi pembukaan, pengisian pre-test, materi interaktif, praktik mandiri, diskusi dan tanya jawab, serta pengisian post-test dan penutup. Kegiatan ini diharapkan dapat membantu peserta lebih siap memilih dan menjalani karier.

Belajar dari Pengalaman Dunia Kerja
Materi disampaikan oleh Ayuning Sekar Putih, S.Psi., Psikolog, lulusan S1 Psikologi dan Pendidikan Profesi Psikolog Universitas Gadjah Mada (UGM). Saat ini ia berprofesi sebagai psikolog di Seraya Mind dan FM YEP, serta HR Manage Service Staff dan psikolog di PT SAU. Pengalaman praktiknya mencakup Puskesmas, Fakultas Teknik UGM, TK Masjid Syuhada, Balai Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Remaja, hingga PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Dalam pembukaannya, Ayuning menjelaskan alasan topik ini dipilih. Dari pengalamannya menjadi psikolog di salah satu bank besar di Indonesia, ia banyak bertemu pekerja yang kehilangan arah, padahal sudah bertahun-tahun bekerja. Mereka merasa tidak ada lagi yang bisa dikembangkan. Karena itu, mengenal diri dinilai penting bagi anak muda yang masih di awal karier atau bahkan belum menentukan pilihan.

Siapa Aku, Bisa Apa, dan Mau Jadi Apa?
Sesi diawali dengan meminta peserta melengkapi tiga kalimat: “Aku adalah…”, “Aku itu bisa…”, dan “Aku mau mencapai…”. Peserta boleh menjawabnya di buku catatan atau langsung di kolom chat. Ternyata tidak semua mudah menjawabnya. Saat ditanya apa yang membuat sulit, peserta menyebut rasa takut, tidak percaya diri, merasa belum punya keterampilan, hingga terlalu banyak hal yang ingin dicapai.
Camelia, salah satu peserta, menuliskan di kolom chat bahwa ia bingung karena banyak hal yang ingin dicapai. Ayuning menanggapi bahwa kebingungan itu wajar dan juga pernah ia alami di awal kariernya. Ia kemudian mengajak peserta memikirkan dampak menjalani hidup tanpa tahu siapa diri kita, bisa apa, dan ingin menjadi apa.

Minat, Nilai, dan Kekuatan: Fondasi Memilih Karier
Untuk menjawabnya, Ayuning memperkenalkan tiga fondasi, yaitu interest (ketertarikan), value (nilai), dan strength (kekuatan). Menurutnya, nilai memberi arah dan memengaruhi seberapa lama kita bertahan serta seberapa kita menikmati sebuah pekerjaan.
Ia mencontohkan seseorang yang gemar menggambar dan bekerja di perusahaan besar dengan gaji cukup dan status pekerjaan stabil. Belum tentu orang itu menikmati pekerjaannya. Jika ia memegang nilai kebebasan, aturan perusahaan seperti pembatasan warna desain bisa terasa mengekang, tetapi ia tetap bisa bertahan karena juga memegang nilai stabilitas. Ketika nilai yang dipegang tidak sesuai dengan pekerjaan, rasa jenuh, hampa, hingga kelelahan yang tak berkesudahan (burnout) bisa muncul.
Peserta kemudian diberi waktu dua hingga tiga menit untuk memilih tiga hal terpenting bagi diri mereka dari daftar nilai, seperti penghasilan, keseimbangan hidup, tantangan, stabilitas, kreativitas, dan pertumbuhan. Ayuning menambahkan bahwa setiap orang punya prioritas berbeda.
Setelah nilai, peserta diajak memetakan kekuatan. Ayuning menekankan bahwa kekuatan bukan sekadar keterampilan teknis. Pernyataan “aku pintar menggunakan Canva” perlu ditelusuri lebih dalam, karena kekuatan yang mendasarinya bisa jadi adalah design sense dan kemampuan menghasilkan ide, yang termasuk kekuatan kreatif. Untuk memetakannya digunakan VIA Character Strengths, alat ukur yang banyak dipakai untuk memetakan kekuatan dan membantu mengarahkan individu berkarier di bidang yang sesuai. Dari 24 kekuatan karakter yang ada, dalam sesi ini peserta diajak melihat enam kelompok kekuatan, yaitu berpikir, komunikasi, eksekusi, berelasi, kreatif, dan resiliensi.
Dengan memahami minat, nilai, dan kekuatan diri, peserta diharapkan tidak hanya tahu pekerjaan apa yang ingin dilamar, tetapi juga mengerti mengapa pekerjaan itu cocok bagi mereka, sehingga lebih siap dan tidak mudah kehilangan arah di tengah perjalanan kariernya.
Ditulis oleh: Callan (Future Champion FYEP, Teman Tuli)