Chevron Right Black Berita Kami Chevron Right Gray Memanfaatkan AI, Kader Ampenan Selatan Belajar Membuat Poster Promosi Kelas BKB

Memanfaatkan AI, Kader Ampenan Selatan Belajar Membuat Poster Promosi Kelas BKB

08 October 2025

Upaya pencegahan masalah tumbuh kembang anak atau stunting di Kota Mataram terus digencarkan, salah satunya melalui peningkatan kapasitas para kader di tingkat kelurahan. Kali ini, kader-kader di Ampenan Selatan mendapatkan bekal baru yang inovatif: memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk membuat poster promosi kelas Bina Keluarga Balita (BKB) melalui Pelatihan Implementasi Komunikasi Perubahan Perilaku Sosial (KPPS). Hal ini diperlukan untuk meningkatkan tingkat kehadiran orang tua dan pengasuh di kelas pengasuhan yang selama ini cakupannya masih rendah, sekitar 7,1% di tingkat nasional. 

Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan kader dalam memicu kehadiran orang tua/pengasuh dalam kelas BKB. Pelatihan ini diselenggarakan pada 30 Juni 2025 sebagai bagian dari program Peningkatan Kapasitas Kader Keluarga Berencana untuk Pencegahan Stunting (PARENTS) Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) bekerja sama dengan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Kota Mataram diikuti oleh 35 kader posyandu, 5 anak muda, dan 5 tokoh masyarakat.

Dalam sambutannya saat pembukaan acara, Lurah Ampenan Selatan, Erma Suryani, S.STP., mengapresiasi peran besar Plan Indonesia dalam membantu masyarakat Kota Mataram. “Plan Indonesia di Kota Mataram sebelumnya ada program sanitasi, dan sekarang fokus pada pencegahan stunting melalui peningkatan kapasitas kader. Hal ini perlu kita apresiasi bersama,” ujar Erma.

Beliau berharap program ini dapat meningkatkan kualitas layanan kader di posyandu dan kelas BKB di Kelurahan Ampenan Selatan, sehingga persoalan stunting dapat teratasi.

Ilmu Perubahan Perilaku dan Pentingnya Kelas BKB

Pelatihan diawali dengan materi mendalam tentang ilmu perubahan perilaku yang disampaikan oleh fasilitator pertama, Nasir Sungkar. Ia menjelaskan faktor-faktor yang memengaruhi perubahan perilaku, dengan penekanan pada pentingnya informasi yang tepat sasaran dan mudah dipahami.

Materi kemudian dilanjutkan dengan pembahasan mengenai peran strategis kelas BKB dalam upaya pencegahan stunting. Fasilitator menjelaskan bahwa kelas BKB menjadi wadah vital untuk meningkatkan pengetahuan orang tua/pengasuh dalam memahami tumbuh kembang anak. Berbagai materi esensial disampaikan di kelas ini, mulai dari perkembangan fisik dan psikis anak, pola asuh, asupan gizi dalam 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), hingga pentingnya penggunaan Kartu Kembang Anak (KKA) untuk memantau tumbuh kembang dan mendeteksi dini masalah perkembangan anak. Oleh karena itu, kehadiran orang tua/pengasuh di kelas BKB sangatlah ditekankan.

Inovasi dengan AI: Poster Promosi yang Menarik

Untuk meningkatkan partisipasi, diperlukan intervensi dan pendekatan yang tepat melalui media yang efektif. Poster, undangan, atau pengumuman melalui masjid menjadi beberapa opsi yang bisa dikembangkan. Dalam model intervensi KPPS, terdapat lima tahap: pra-undangan, undangan, pra-aktivitas, aktivitas, dan pasca-aktivitas, di mana informasi disampaikan sesuai kebutuhan di setiap tahapnya.

Di sinilah peran teknologi AI menjadi sorotan. Fasilitator kedua, Lalu Widya Bhakti (akrab disapa Wiwid), memberikan materi tentang pemanfaatan Artificial Intelligence (AI), khususnya aplikasi ChatGPT, untuk membantu tugas-tugas kader di Posyandu. Peserta diajak untuk menginstal aplikasi ChatGPT di ponsel masing-masing. Wiwid kemudian memandu mereka membuat perintah sederhana untuk menghasilkan poster berisi informasi pelaksanaan Kelas BKB.

Antusiasme peserta sangat tinggi. Raut muka gembira terpancar saat beberapa kader berhasil membuat poster sesuai harapan mereka. Mereka bahkan saling membantu sesama rekan yang masih kesulitan, menciptakan suasana belajar yang kolaboratif.

Wiwid menekankan bahwa kunci dalam membuat poster yang efektif dengan AI adalah perintah yang detail dan pesan yang spesifik. Oleh karena itu, para kader perlu memiliki pemahaman yang kuat tentang pengasuhan, BKB, dan 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) agar dapat menghasilkan poster yang informatif dan mudah dipahami oleh masyarakat sasaran program mereka.

Maulina Hidayati, Kader Posyandu Teratai, kelurahan Ampenan Selatan menyampaikan  bahwa ini adalah kali pertama ia bersinggungan dengan AI, dan ia terkejut dengan kemudahannya. Ia menyadari bahwa keterampilan ini bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan layanan posyandu di lingkungannya, tidak hanya untuk membuat poster undangan BKB, tetapi juga poster penyuluhan yang bisa disebarkan melalui grup WhatsApp warga, bahkan untuk kegiatan PKK dan pengajian.

Dengan penguasaan AI ini, para kader Ampenan Selatan kini memiliki keterampilan baru untuk mengomunikasikan informasi penting, meningkatkan partisipasi masyarakat, dan berkontribusi lebih optimal dalam upaya pencegahan stunting di lingkungan mereka.

Bagikan :