Langkah Melani ke IPMI: Peran Plan Indonesia dan Doa Ibu di Setiap Perjalanan
04 June 2026
Perjalanan Melani (19) dalam meraih pendidikan tinggi tidak terjadi secara instan. Di balik keberhasilannya hari ini, ada proses panjang yang dipenuhi dengan pembelajaran, kesempatan, dan dukungan yang membentuknya menjadi pribadi yang percaya diri. Salah satu peran terbesar dalam perjalanan ini datang dari keterlibatannya sebagai Sponsored Child (SC) dalam program Plan Indonesia.
Melani merupakan anak ketiga dari empat bersaudara, dalam keluarga sederhana yang hangat. Ia memiliki dua kakak perempuan dan satu adik laki-laki. Ayahnya, Anderias, adalah seorang petani yang juga menambah penghasilan dengan berjualan ayam kampung setiap hari Selasa saat pasar mingguan tiba. Sementara itu, ibunya, Getroida, adalah seorang ibu rumah tangga yang juga aktif sebagai relawan Plan Indonesia di desanya. Dari keluarga inilah Melani belajar tentang kerja keras, ketulusan, dan ketekunan.
Sejak didampingi oleh Plan Indonesia, dunia Melani mulai berubah. Ia tidak hanya menerima dukungan, tetapi juga mendapatkan banyak kesempatan untuk mengembangkan dirinya. Melani dikenal sebagai anak yang aktif dan penuh semangat. Ia berhasil mengembangkan bakatnya di bidang menari, sebuah hal yang sebelumnya tidak ia sadari sebagai potensi dalam dirinya.
Selain itu, Melani juga aktif mengikuti berbagai kegiatan yang difasilitasi oleh Plan Indonesia, seperti posyandu remaja, pelatihan Gender Action Learning System (GALS), dan berbagai kegiatan pengembangan kapasitas lainnya. Bahkan, ia dipercaya menjadi ketua kelompok kaum muda dalam program pertanian hortikultura ramah lingkungan di desanya. Peran ini tidak hanya mengasah kemampuan kepemimpinannya, tetapi juga menumbuhkan rasa tanggung jawab dan kepercayaan diri.
Keaktifan Melani juga tidak terlepas dari peran ibunya. Sebagai relawan Plan Indonesia di desa, sang ibu menjadi salah satu sosok yang mendorong Melani untuk terus terlibat dan berani mencoba hal-hal baru. Dukungan itu hadir dalam bentuk nyata, melalui keterlibatan langsung maupun melalui doa yang tak pernah putus.
Tahun 2024 menjadi titik penting dalam hidup Melani. Ia berhasil menyelesaikan pendidikan SMA dengan baik, sebuah pencapaian yang sangat membanggakan. Namun, setelah kelulusan, ia dan keluarganya sempat sepakat untuk menunda rencana kuliah karena keterbatasan ekonomi. Impian untuk melanjutkan pendidikan terasa harus ditahan.
Di tengah situasi tersebut, Plan Indonesia kembali membuka jalan. Informasi tentang kesempatan beasiswa di IPMI International Business School Jakarta menjadi harapan baru bagi Melani. Dengan bekal pengalaman, keterampilan, dan kepercayaan diri yang telah dibangun melalui berbagai program, ia memberanikan diri untuk mendaftar.
“Awalnya saya merasa tidak percaya diri karena harus bersaing dengan banyak peserta dari seluruh Indonesia,” kenang Melani. “Tapi saya ingat semua pengalaman yang saya dapatkan selama ikut kegiatan Plan Indonesia. Itu membuat saya berani mencoba.”
Proses seleksi tidak mudah. Rasa cemas dan hampir menyerah sempat ia rasakan. Namun, dukungan dari orang tua, terutama doa tulus dari ibunya, menjadi kekuatan emosional yang terus menguatkannya. Di saat yang sama, pengalaman yang ia dapatkan sebagai SC menjadi modal penting yang membantunya tetap bertahan.
Akhirnya, usaha dan kesempatan itu membuahkan hasil. Melani dinyatakan lolos seleksi dan mendapatkan beasiswa untuk berkuliah di IPMI International Business School Jakarta. Sebuah pencapaian besar yang tidak hanya mengubah hidupnya, tetapi juga membawa harapan baru bagi keluarganya.
Kini, Melani telah duduk di semester empat. Ia menjalani perkuliahan dengan penuh semangat tanpa harus membebani orang tua dari segi biaya. Setiap langkah yang ia jalani menjadi bukti bahwa kesempatan yang tepat dapat mengubah arah hidup seseorang.
Lebih dari itu, Melani memiliki mimpi besar. Ia ingin menjadi seorang pebisnis dan bercita-cita untuk melanjutkan serta mengembangkan usaha ayahnya. Baginya, pendidikan yang ia tempuh saat ini adalah bekal untuk kembali dan memberi dampak bagi keluarganya serta komunitasnya.
Perjalanan Melani menunjukkan bagaimana peran Plan Indonesia tidak hanya berhenti pada pemberian bantuan, tetapi juga membangun kapasitas, membuka akses, dan menumbuhkan kepercayaan diri anak-anak untuk meraih masa depan yang lebih baik. Sementara itu, doa seorang ibu menjadi kekuatan yang melengkapi perjalanan tersebut, menguatkan di saat lemah dan meneguhkan di saat ragu.
Kisah Melani adalah tentang peluang yang dibuka, potensi yang dikembangkan, dan harapan yang dijaga. Sebuah bukti bahwa ketika program yang tepat bertemu dengan semangat dan dukungan keluarga, mimpi anak-anak Indonesia dapat benar-benar menjadi kenyataan.
Ditulis oleh: Walmi Namang │Editor: Agus Haru│Foto: Plan Indonesia/Walmi Namang