Integrasi Ideal: Kisah Air Bersih dan Pengasuhan yang Berdaya di Dusun Klongkong
20 April 2026
Dusun Klongkong di Desa Bilelando, Lombok Tengah, menyimpan kisah panjang tentang ketahanan. Dua puluh empat tahun lalu, warganya harus berpindah dari kampung halaman akibat abrasi pantai yang menghancurkan tempat tinggal mereka.
Namun di tempat baru, mereka menghadapi tantangan lain yang tidak kalah berat: akses air bersih yang sangat terbatas. Selama bertahun-tahun, warga harus membeli air dari truk tangki dengan biaya sekitar Rp210.000 per bulan, jumlah yang cukup besar bagi sebagian besar keluarga.
Bahkan ketika air tersedia, penyimpanan menjadi masalah. Banyak warga menggunakan wadah terbuka yang rentan terpapar debu dan risiko kebersihan.
Melihat bahwa tumbuh kembang anak sangat dipengaruhi oleh lingkungan, Plan Indonesia mengidentifikasi bahwa masalah air ini juga diperparah oleh kurangnya pengetahuan pengasuhan serta keterbatasan kapasitas kader dalam mendampingi keluarga dengan anak kecil.
Untuk menjawab tantangan ini secara menyeluruh, program menerapkan pendekatan “integrasi ideal” menggabungkan penyediaan fasilitas air bersih dengan edukasi pengasuhan. Keduanya merupakan intervensi sensitif yang menurut Kementerian Kesehatan berkontribusi hingga 70% dalam pencegahan stunting.
Melalui penguatan kapasitas kader, pendekatan ini memastikan masyarakat tidak hanya mendapatkan akses fisik, tetapi juga pengetahuan praktis.
Modul BKB EMAS (Eliminasi Stunting melalui Bina Keluarga Balita) menjadi inti dari perubahan ini, dengan fokus pada Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) bagi ibu hamil dan anak di bawah dua tahun.
Kini, pembelajaran tidak lagi hanya teori. Dengan tersedianya air bersih di rumah, keluarga dapat langsung mempraktikkan perilaku hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. Sekitar 400 rumah tangga telah mendapatkan sambungan air bersih, dengan dukungan dari pemerintah daerah dan donor swasta.
Keberlanjutan juga menjadi perhatian utama. Warga membentuk dan melatih Badan Pengelola Sarana Air Minum (BP SPAM), serta menerapkan sistem iuran bulanan untuk memastikan fasilitas tetap terawat.
Selain itu, edukasi terus dilakukan, termasuk pentingnya merebus air untuk membunuh bakteri seperti E. coli, sehingga air yang dikonsumsi benar-benar aman.
Kini, Dusun Klongkong bukan sekadar permukiman relokasi. Ia telah menjadi contoh bagaimana akses air bersih dan pengasuhan yang berkualitas dapat berjalan beriringan, menciptakan generasi yang lebih sehat, kuat, dan penuh harapan.