Girls Football 3.0 Resmi Diluncurkan di Manggarai: Dorong Kepemimpinan Anak Perempuan
16 July 2025
Ruteng, 16 Juli 2024 – Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) bersama Pemerintah Kabupaten Manggarai meluncurkan proyek Girls Football 3.0 sebagai wadah untuk mendorong kepemimpinan anak perempuan dalam melawan diskriminasi berbasis usia dan gender. Selain membuka akses setara di dunia olahraga, proyek ini juga akan menjadi ruang pembelajaran tentang kesetaraan gender, kepemimpinan anak perempuan serta aksi melawan norma gender diskriminatif, terutama di lingkungan sekolah.
Tingginya angka kekerasan terhadap anak dan perempuan, rendahnya pemahaman masyarakat tentang perlindungan anak, serta dominasi norma-norma diskriminatif berbasis gender di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi perhatian utama sejumlah pemangku kepentingan. Minimnya pengetahuan mengenai Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi (HKSR), serta belum memadainya mekanisme perlindungan anak, turut memperparah kondisi diskriminasi dan kekerasan yang dialami anak perempuan dan perempuan muda.
“Kami percaya bahwa setiap anak perempuan berhak tumbuh dan berkembang dalam lingkungan yang mendukung. Dengan sepak bola, kami tidak hanya membuka peluang bagi mereka untuk bersinar di lapangan, tetapi juga memperkuat rasa percaya diri, kemampuan komunikasi, dan pemahaman akan hak-hak mereka. Kami ingin mendorong anak perempuan untuk menantang stereotip gender dan mendobrak hambatan dalam dunia olahraga.” ujar Direktur Program Plan Indonesia, Ida Ngurah.
Girls Football 3.0 yang menargetkan lebih dari 1.000 anak perempuan di 19 sekolah di NTT, turut memperkuat dukungan dan komitmen pemerintah daerah, sekolah, komunitas, serta asosiasi sepak bola Indonesia untuk menciptakan lingkungan yang setara dan inklusif bagi anak perempuan.
“Kami menyambut baik hadirnya Girls Football 3.0 di Manggarai. Melalui inisiatif ini, kami ingin menunjukkan bahwa anak perempuan Manggarai punya hak dan kemampuan yang sama untuk tumbuh sebagai pemimpin, termasuk di dunia olahraga.” ungkap Bupati Manggarai, Herybertus G. L. Nabit, S.E.,M.A.
Proyek ini akan membentuk tim sepak bola perempuan usia 12-15 tahun di sekolah-sekolah, serta menciptakan ruang baru bagi anak peermpuan untuk berlatih dan berkompetisi dalam bidang sepak bola. Tidak hanya meningkatkan partisipasi di lapangan, Girls Football 3.0 akan meningkatkan pemahaman guru, dan orang tua tentang kekerasan berbasis gender dan usia, serta memperkuat pemahaman pelatih dan asosiasi sepak bola tentang pendekatan antidiskriminasi.
Dalam jangka panjang, guru-guru di sekolah juga didorong untuk menjadi pelatih sepak bola dengan sertifikasi sepak bola profesional, serta anak-anak juga akan dilibatkan dalam kompetisi sepak bola, yang harapannya dapat membuka jalur karier di industri sepak bola.