Festival Lamaholot 2024: Bersama 215 Anak Lembata, Plan Indonesia Kampanye Perlindungan Anak
17 October 2024
Lembata, 18 Oktober 2024 — Sebanyak 215 anak di Lembata bersama Plan Indonesia mengambil bagian dalam Festival Lamaholot 2024 yang turut menyuarakan kampanye perlindungan anak. Dalam kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini, anak-anak mendapatkan edukasi tentang pencegahan perkawinan usia anak serta pencegahan kekerasan terhadap anak dan perempuan.
Berbagai edukasi ini juga turut berfokus pada materi No Go Tell, dan Pencegahan Bullying. Penyampaian materi dikemas dalam berbagai metode yang menarik seperti talkshow, games dan dialog interaktif antara peserta dan fasilitator sebaya. Selain talkshow, para fasilitator juga menampilkan monolog tentang dampak buruk perkawinan usia anak. Di akhir sesi, para peserta difasilitasi oleh staf Plan Indonesia melakukan simulasi Siap Laporkan sebagai pusat pelaporan perlindungan anak dan pencegahan kekerasan terhadap anak.
Mewujudkan Lingkungan Aman bagi Anak
Erlina Dangu, Manager Programme Implementation Area (PIA) Lembata – Plan Indonesia menyatakan, anak-anak adalah garda masa depan untuk pelestarian kebudayaan. Kebudayaan Lamalohot sangat bergantung pada proses transfer nilai dan pengetahuan dari tetua kepada anak-anak. Proses itu akan maksimal jika dilaksanakan dalam lingkungan yang nyaman dan aman bagi anak.
“Plan Indonesia mendukung semua tujuan baik ini dan berkomitmen mewujudkan lingkungan yang sensitif terhadap tumbuh kembang anak, salah satunya dengan modul No Go Tell dan platform Siap Laporkan yang sejauh ini sudah kami sosialisasikan di desa-desa dampingan,.” jelas Erlina.
Erlina juga menyoroti pentingnya deteksi dini, pencegahan, rujukan, dan penanganan dalam perlindungan anak. “Kita semua berkewajiban untuk melakukan penanganan yang membuat pelapor, terutama anak-anak, merasa aman dan terlindungi,” tambahnya.
“Anak-anak Bukan Hanya Pendengar, Mereka Pelaku Perubahan”
Venta (18), Ketua YAP Lembata, menekankan pentingnya peran anak dalam upaya perlindungan anak. “Anak-anak tidak hanya jadi pendengar ketika kita bicara tentang perlindungan anak. Dengan ruang seperti ini, anak-anak juga menjadi bagian aktif dalam upaya perlindungan itu,” ujar Venta.
Sementara itu, Timbe (18), alumni Kelas MAPAN yang menjadi fasilitator sebaya dalam materi pencegahan bullying, merasa bangga bisa berkontribusi dalam kegiatan ini. “Kegiatan seperti ini harus terus dibuat. Ini membantu kami saling menjaga, saling berbagi pengetahuan. Saya bangga hari ini bisa ambil bagian untuk memperjuangkan hak dan perlindungan anak-anak,” kata Timbe.
Apresiasi dari Pemerintah Daerah
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lembata, Jack Wuwur, memberikan apresiasi kepada Plan Indonesia dan anak-anak yang terlibat dalam Edukasi dan Aksi kampanye ini. “Upaya ini sangat membantu pemerintah dalam membangun lingkungan yang aman bagi anak-anak sebagai generasi penerus kebudayaan Lamaholot. Ini adalah kontribusi besar bagi upaya-upaya pelestarian kebudayaan. Kami senantiasa memberi ruang bagi Plan Indonesia dan Mitra Strategis Pemerintah lain yang selama ini bekerja keras untuk mendukung pemerintah menangani isu-isu strategis melalui program-program yang mereka implementasikan. ” kata Jack.
Festival Lamaholot 2024 ini diharapkan menjadi momentum penting untuk memperkuat kesadaran masyarakat tentang pentingnya perlindungan anak sebagai subjek pelestarian kebudayaan, serta melibatkan anak-anak sebagai aktor perubahan dalam upaya pencegahan kekerasan dan perlindungan hak-hak mereka.