Chevron Right Black Siaran Pers Chevron Right Gray Plan Indonesia dukung 135 Petani Flores Timur Dalami Pertanian Berkelanjutan di TTS
dukung 135 Petani Flores Timur Dalami Pertanian Berkelanjutan

Plan Indonesia dukung 135 Petani Flores Timur Dalami Pertanian Berkelanjutan di TTS

11 June 2026

Timor Tengah Selatan, 10 Juni 2026 — Sebagai upaya memperkuat pengembangan ekonomi lokal berbasis pertanian berkelanjutan, Plan Indonesia mendukung upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Flores Timur bersama mitra pembangunan melaksanakan kegiatan Kunjungan Belajar Petani Flores Timur ke Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) selama dua minggu, mulai tanggal 8 hingga 21 Juni 2026.

Kegiatan ini menghadirkan 135 peserta, yang terdiri dari 80 petani Flores Timur, 20 petani dampingan Plan Indonesia dan 35 petani dampingan Caritas Indonesia. Kunjungan ini menjadi ruang pertukaran pengetahuan dan pengalaman langsung terkait pengembangan hortikultura berbasis Good Agricultural Practices (GAP) dan model pemberdayaan Youth-Led Agri-food (YLAF) – Pertanian yang dipimpin oleh kaum muda terutama perempuan

Pada Rabu, 10 Juni 2026, kegiatan ini secara resmi diterima oleh Pemkab TTS melalui acara penyambutan di Aula Kantor Bappeda TTS, yang menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama antar daerah dan mitra pembangunan dalam mendukung pengembangan pertanian berkelanjutan di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Bappenas, Pemkab Flores Timur, dan Pemkab TTS, dengan dukungan dari Plan Indonesia, GIZ, Yayasan Krisna Galensya (Krisna Foundation), serta Caritas Indonesia.

Penguatan Kapasitas dan Pembelajaran Lapangan. Selama kunjungan, para peserta akan belajar langsung di wilayah dampingan Plan Indonesia dan Yayasan Krisna di TTS. Kegiatan pembelajaran mencakup: praktik hortikultura berkelanjutan dan climate-smart agriculture, penguatan kelembagaan kelompok tani, pengembangan green entrepreneurship di sektor pertanian, model pemberdayaan pemuda berbasis YLAF, mulai dari persiapan lahan hingga akses pasar dan pengelolaan keuangan.

YLAF merupakan pendekatan inovatif yang menempatkan pemuda sebagai penggerak utama dalam sistem pangan lokal yang berkelanjutan. Di Kabupaten TTS, program ini telah melibatkan 411 petani muda (60% perempuan), mengembangkan 50 hektare lahan produktif, serta memperkuat 39 kelompok tani muda.

Selain itu, pada tahun 2025 program Youth-Led Agri-Food (YLAF) juga meraih penghargaan nasional SDGs Action Awards 2025 pada kategori Organisasi Masyarakat Sipil (Civil Society Organization) sebagai Terbaik 1 (First Place). Penghargaan yang diberikan oleh Kementerian PPN/Bappenas ini merupakan pengakuan atas kontribusi program dalam memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kemandirian ekonomi pemuda, serta mendorong pengembangan pertanian berbasis pemuda di daerah terpencil, khususnya di NTT.

Direktur Eksekutif Plan Indonesia, Dini Widiastuti menyampaikan bahwa pendekatan YLAF telah terbukti memberikan dampak nyata dalam pemberdayaan pemuda dan perempuan di sektor pertanian.

“Program Youth-Led Agri-food menunjukkan bahwa ketika pemuda, khususnya perempuan muda, diberikan akses terhadap pengetahuan, pendampingan, dan peluang pasar, mereka mampu menjadi penggerak utama transformasi pertanian yang lebih produktif, inklusif, dan berkelanjutan. Kami berharap pembelajaran ini dapat direplikasi dan dikembangkan di Flores Timur.”

dukung 135 Petani Flores Timur Dalami Pertanian Berkelanjutan

Sementara itu, Setyo Budiantoro, Manajer Pilar Pembangunan Ekonomi Seknas SDGs Bappenas menekankan pentingnya pembelajaran lintas daerah dalam mempercepat pencapaian pembangunan berkelanjutan.

“Kolaborasi antar daerah seperti ini merupakan bagian penting dari upaya mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya dalam pengentasan kemiskinan, peningkatan ketahanan pangan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Praktik baik dari Timor Tengah Selatan diharapkan dapat menjadi referensi dalam pengembangan ekosistem hortikultura di Flores Timur.”

Menjawab Tantangan Livelihood dan Migrasi. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari strategi memperkuat livelihood masyarakat Flores Timur, yang selama ini menghadapi tantangan keterbatasan akses ekonomi serta tingginya angka migrasi kerja, termasuk migrasi tidak aman. Melalui penguatan pertanian produktif dan kewirausahaan pemuda, diharapkan masyarakat memiliki alternatif penghidupan yang lebih aman, layak, dan berkelanjutan.

dukung 135 Petani Flores Timur Dalami Pertanian Berkelanjutan

Mendorong Ekonomi Lokal dan Ketahanan Pangan

Kunjungan belajar ini juga membuka peluang pengembangan rantai pasok hortikultura yang lebih kuat dan berkelanjutan. Dengan meningkatnya kapasitas petani dan pemuda, hasil pertanian lokal diharapkan dapat menjangkau pasar yang lebih luas serta memberikan nilai ekonomi yang lebih tinggi.

Memperkuat Kolaborasi Multipihak. Kegiatan ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, organisasi masyarakat sipil, dan mitra pembangunan dalam mempercepat transformasi sektor pertanian di NTT. Melalui pembelajaran lintas daerah ini, diharapkan praktik-praktik baik yang telah berhasil di TTS dapat direplikasi dan dikembangkan di Flores Timur.

Bagikan :