Chevron Right Black Siaran Pers Chevron Right Gray Dari Reels ke Peluang Kerja: TechPath Perluas Akses Kaum Muda Bojonegoro Kuasai Digital Marketing 

Dari Reels ke Peluang Kerja: TechPath Perluas Akses Kaum Muda Bojonegoro Kuasai Digital Marketing 

28 April 2026

Bojonegoro, 28 April 2026 – Sektor-sektor konvensional seperti industri dan jasa sering dianggap sebagai pilihan umum untuk karier di Bojonegoro, Jawa Timur. Namun, seiring berkembangnya teknologi, keterampilan digital mulai muncul sebagai pelengkap sekaligus alternatif untuk berkarier, khususnya bagi generasi muda.

Perubahan ini dirasakan secara nyata, termasuk dalam diri para peserta TechPath—pelatihan kesiapan kerja di bidang digital marketing dan content creation yang diselenggarakan Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) dengan dukungan ExxonMobil Cepu Limited. Cerli (28 tahun), seorang pekerja lepas, mulai memanfaatkan teknik-teknik pemasaran media sosial dan mendapatkan pekerjaan baru setelah menamatkan pelatihan tersebut.

“Saya jadi lebih paham cara bikin konten reels yang tidak cuma bagus secara visual, tapi juga punya alur cerita yang jelas. Dari sisi digital marketing, saya belajar membaca insight dan menyusun strategi agar konten lebih tepat sasaran,” sebut Cerli.

Perubahan juga dirasakan oleh Gita (21), teman Tuli yang mengikuti pelatihan sembari berkuliah dan bekerja. “Setelah ikut TechPath, saya belajar banyak hal baru, seperti membuat reels yang lebih menarik dan kreatif, serta mulai berani untuk berbicara di depan umum. Selain itu, saya juga jadi lebih paham tentang pentingnya kesetaraan gender dan bagaimana menghargai satu sama lain,” tuturnya.

Kisah-kisah tersebut mencerminkan realita para pekerja kaum muda di Bojonegoro. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat 3,90 persen Tingkat Pengangguran Terbuka pada Agustus 2025 di Bojonegoro, dengan mayoritas berasal dari kelompok usia produktif.

Meski demikian, tetap ada peluang untuk mendukung kaum muda beradaptasi dan bersaing dalam pasar kerja. Dalam konteks tersebut, Plan Indonesia dengan dukungan ExxonMobil Cepu Limited, menyelenggarakan TechPath: Bridging Youth to STEM Career. Program ini dirancang untuk membekali kaum muda (18-29 tahun) dengan keterampilan praktis yang dapat diterapkan langsung, baik sebagai penunjang kerja yang sudah dijalani, pengembangan usaha, maupun membuka peluang kerja mandiri berbasis digital.

Sejak dilaksanakan pada 2025 hingga ditutup pada April 2026, TechPath menjaring 306 pendaftar, dengan 84 kaum muda Bojonegoro terpilih mengikuti rangkaian pelatihan. Program ini juga menegaskan komitmen terhadap inklusi, dengan 60 kaum muda perempuan (72 persen), 24 kaum muda laki-laki (28 persen), serta enam orang penyandang disabilitas yang berpartisipasi aktif. Dari 56 peserta yang menuntaskan pelatihan, sebanyak 47 peserta telah memperoleh pekerjaan, magang, atau memulai kerja mandiri di sektor digital dan kreatif.

Capaian ini menunjukkan bahwa pelatihan keterampilan digital, bila dirancang sesuai konteks lokal dan dibarengi pendampingan, dapat memperluas akses kaum muda terhadap peluang kerja yang nyata. Kepala Seksi Pengembangan dan Pemasaran BLK Bojonegoro, Ristanto, menilai pendekatan TechPath selaras dengan karakter kaum muda di daerah tersebut.

“Pelatihan TechPath sangat sesuai untuk wilayah Bojonegoro dengan kultur kaum muda yang kreatif, suka berwirausaha, dan mandiri,” sebutnya.

Direktur Eksekutif Plan Indonesia, Dini Widiastuti, menambahkan bahwa TechPath dirancang tidak hanya untuk mengasah kemampuan teknis.

“Program ini membangun kesiapan kerja secara menyeluruh, mulai dari keterampilan digital, kepercayaan diri, hingga pemahaman tentang kesetaraan gender dan kolaborasi. Kami berharap kaum muda memiliki lebih banyak pilihan untuk beradaptasi dengan perubahan dunia kerja,” jelasnya dalam acara penutupan program.

Sementara itu, Wahyu Sadewo, Community Development Supervisor ExxonMobil Cepu Limited, menekankan pentingnya penguatan kapasitas kaum muda sebagai bagian dari upaya pembangunan jangka panjang.

“Bojonegoro memiliki peran penting dalam struktur ekonomi nasional, khususnya di sektor energi. Di saat yang sama, pengembangan keterampilan digital dapat melengkapi ekosistem ketenagakerjaan yang sudah ada dan membantu kaum muda mempersiapkan diri menghadapi masa depan kerja,” ujarnya.

Penutupan TechPath sekaligus menegaskan bahwa penguatan keterampilan digital bisa melengkapi dan memperluas jalur kesempatan kerja bagi kaum muda Bojonegoro. Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga pelatihan, sektor swasta, dan organisasi masyarakat sipil, pendekatan seperti TechPath diharapkan dapat terus memperkuat kesiapan kerja kaum muda secara inklusif dan berkelanjutan.

—

Tentang Yayasan Plan International Indonesia

Plan International telah bekerja di Indonesia sejak 1969 dan resmi menjadi Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) pada 2017. Kami bekerja untuk memperjuangkan pemenuhan hak anak dan kesetaraan bagi anak perempuan. Kami juga bekerja bersama kaum muda, untuk memastikan partisipasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan terkait hidup mereka.

Sebagai bagian dari Plan International Inc., Plan Indonesia memiliki program anak sponsor. Plan Indonesia telah membina 32 ribu anak perempuan dan laki-laki di Nusa Tenggara Timur, dengan lima komitmen untuk memenuhi hak dasar mereka, yaitu hak atas akta kelahiran, vaksin dasar, air bersih, sanitasi, dan kebersihan, juga pendidikan. Plan Indonesia bekerja pada 11 provinsi dengan program-program yang bertujuan untuk membangun generasi yang Sehat, Teredukasi, Berdaya, Aman dan Tangguh.

Program-program ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kepemimpinan, agensi, dan gerakan sosial yang melibatkan dan menargetkan agar 3 juta anak perempuan mendapatkan kekuatan yang setara, kebebasan yang setara, dan representasi yang setara. Informasi lebih lanjut: planindonesia.org

Kontak Media:

Masajeng (Ajeng)

Programme Communications Specialist Plan Indonesia

+ 62 817 004 0274

Bagikan :