Chevron Right Black Berita Kami Chevron Right Gray Belajar Bersama Kader Muda Desa Kuripan: Semangat Muda untuk Pencegahan Stunting

Belajar Bersama Kader Muda Desa Kuripan: Semangat Muda untuk Pencegahan Stunting

08 October 2025

Desa Kuripan memiliki dua kader muda yang penuh semangat dalam mendukung program kesehatan dan pengasuhan anak, yaitu Melyana (25 tahun) dan Nikita Putri (23 tahun). Keduanya baru saja ditunjuk sebagai kader Posyandu dan Bina Keluarga Balita (BKB), dan meskipun masih baru, mereka memiliki potensi besar untuk berkembang.

Melyana: Kader BKB yang Kreatif

Melyana, atau yang akrab disapa Mely, adalah lulusan S1 Pendidikan Biologi UIN Mataram. Setelah lulus, ia mengabdi sebagai guru sekaligus operator di PAUD SBB Bani Akbar, SMP, dan SMA Islam Darul Mustafa Lombok Barat. Saat ini, PAUD Bani Akbar telah terintegrasi dengan Kelas BKB, dan Mely aktif sebagai salah satu kadernya.

Awalnya, Mely merasa kesulitan karena mengajar anak PAUD sangat berbeda dengan mengajar remaja. Namun, berkat bimbingan guru senior, ia perlahan memahami teknik pembelajaran yang efektif untuk anak usia dini. Salah satu kreativitasnya adalah membuat media pembelajaran seperti huruf dan angka berbentuk titik-titik yang harus dihubungkan oleh anak-anak. “Selain melatih motorik halus, anak-anak juga mulai mengenal bentuk huruf dan angka,” ujarnya.

Untuk meningkatkan kapasitasnya sebagai kader BKB, Mely mengikuti Pelatihan Advokasi 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) yang diselenggarakan oleh Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia). Dari pelatihan ini, ia belajar bahwa 1.000 HPK adalah periode emas tumbuh kembang anak yang harus didukung dengan pengasuhan optimal.

Nikita Putri: Kader Posyandu yang Peduli Stunting

Nikita Putri, atau Putri, adalah kader Posyandu Melati yang terintegrasi dengan Kelas BKB. Lulusan SMK Jurusan Pengolahan Hasil Pertanian ini memiliki pengetahuan dasar tentang gizi, yang sangat berguna dalam tugasnya sebagai kader.

Awal menjadi kader, Putri belajar banyak tentang manajemen Posyandu, seperti penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, pencatatan di buku KIA, serta layanan kesehatan lainnya. Ia juga mengikuti pelatihan advokasi pengasuhan 1.000 HPK untuk pencegahan stunting. Dari pelatihan tersebut, ia memahami bahwa sanitasi dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) turut memengaruhi tumbuh kembang anak.

Pengalaman berharga yang ia dapatkan adalah ketika menghadapi orang tua yang tidak terima anaknya masuk kategori stunting. “Orang tua itu marah dan sempat tidak mau datang ke Posyandu,” cerita Putri. Bersama kader senior, ia melakukan kunjungan rumah untuk memberikan pemahaman tentang pentingnya pencegahan stunting.

Menurut Putri, pernikahan anak menjadi salah satu faktor risiko stunting di Desa Kuripan. Ia menceritakan, ada lima temannya yang menikah saat masih sekolah. “Mereka belum siap menjadi orang tua, belum punya pekerjaan tetap, tapi harus mengasuh anak di usia muda,” ujarnya. Kondisi ini meningkatkan risiko stunting karena orang tua muda seringkali belum memahami pola pengasuhan yang baik.

Selain itu, Putri juga menemukan kasus orang tua yang membiarkan anaknya menggunakan HP tanpa kontrol, menyebabkan anak susah makan, mudah tantrum, dan kurang kemampuan sosial. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya penyuluhan bagi orang tua tentang dampak buruk gadget berlebihan pada anak.

Harapan untuk Desa Kuripan

Baik Mely maupun Putri berharap agar Kelas BKB di Posyandu bisa berjalan lebih aktif, sehingga semakin banyak orang tua yang mendapatkan edukasi tentang pencegahan stunting dan pengasuhan anak yang optimal. Dengan semangat belajar yang tinggi, kedua kader muda ini siap berkontribusi untuk meningkatkan kualitas hidup anak-anak di Desa Kuripan.

Dukungan pelatihan dan pendampingan dari berbagai pihak, seperti Program Peningkatan Kapasitas Kader Keluarga Berencana untuk Pencegahan Stunting (PARENTS) Plan Indonesia, menjadi langkah penting dalam memperkuat kapasitas kader desa seperti Mely dan Putri. Dengan kolaborasi yang baik, upaya pencegahan stunting dan peningkatan kualitas pengasuhan anak di Desa Kuripan dapat terus berkembang.

Bagikan :