Chevron Right Black Cerita Kami Chevron Right Gray Asti & Cita-Cita Menyediakan Lapangan Kerja untuk Orang Muda di Soe

Asti & Cita-Cita Menyediakan Lapangan Kerja untuk Orang Muda di Soe

09 January 2026

Banyak orang muda di daerah yang berpikir bahwa untuk mendapatkan penghasilan layak, mereka harus merantau ke kota besar. Namun, kisah Asti, seorang perempuan berusia 31 tahun dari Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur, membuktikan bahwa peluang besar justru ada di sekitar kita. Dengan tekad, kerja keras, dan dukungan yang tepat, Asti berhasil mengembangkan usaha pertanian dan peternakan di kampung halamannya, sekaligus menginspirasi banyak orang.

Asti bergabung dengan Plan Indonesia pada tahun 2024, ketika ia menjadi partisipan program Youth-Led Agri-Food (YLAF) yang didukung oleh Citi Foundation. Sebelum bergabung, Asti sudah memiliki semangat untuk berusaha, tetapi keterbatasan modal dan pengetahuan membuat langkahnya tertatih. Maka, kehadiran YLAF menjadi titik balik dalam hidupnya. Program ini tidak hanya memberikan pelatihan, tetapi juga membuka wawasan bahwa potensi di daerah bisa menjadi sumber penghasilan yang menjanjikan. Selain mengadakan pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan kemampuan orang muda di TTS dalam bertani dan beternak, program YLAF juga memberikan dukungan berupa anakan ayam petelur sebanyak 150 ekor dan aksesoris kandang, seperti instalasi air minum, tempat pakan, serta dukungan pakan ayam selama tiga bulan pertama. Dukungan ini kemudian dikembangkan oleh para peserta, termasuk Asti, agar bisa mengembangkan usaha ayam petelur dan pertaniannya sendiri.

Menurut Asti, setelah bergabung dengan YLAF, ia mulai merasakan perubahan besar. Penghasilan dari beternak dan bertanimembuatnya mampu membayar uang registrasi kuliah untuk adiknya, membeli laptop untuk mendukung pendidikan, bahkan memenuhi kebutuhan anak angkatnya yang kini duduk di kelas 1 SD. Semua keperluan anak angkatnya, mulai dari pakaian, buku tulis, hingga kebutuhan sehari-hari, ditanggung oleh Asti. Ini adalah bukti nyata bahwa usaha yang dikelola dengan baik dapat memberikan dampak positif, tidak hanya bagi diri sendiri, tetapi juga bagi orang lain.

Tidah hanya sampi di situ, Asti juga bisa membantu orang tuanya untuk kebutuhan sehari-hari di rumah seperti membeli beras, sayuran dan keperluan lainnya. Kini, Asti memiliki pendapatan rata-rata Rp 5-7 juta per bulan dari usaha bertani dan beternak ayam petelur. Angka ini cukup besar dan menjadi bukti bahwa pertanian dan peternakan di desa bisa menjadi sumber penghasilan yang stabil jika dikelola dengan baik. Dengan pendapatan ini, Asti mampu memenuhi kebutuhan keluarga besarnya, tanpa harus bergantung pada pekerjaan di kota.

Investasi untuk Masa Depan

Asti tidak berhenti pada pencapaian awal. Setelah memiliki modal, ia memutuskan untuk membeli kendaraan roda dua untuk mempermudah aktivitas usaha, seperti mengantar sayur dan telur ke kios-kios langganan di dalam kecamatan. Selain itu, ia juga berencana melakukan penambahan 400 ekor ayam petelur dengan total pengeluaran sekitar Rp100 juta untuk bangunan dan properti pendukung. Menariknya, pembangunan kandang dilakukan menggunakan tabungan pribadi, sedangkan untuk bibit ayam, Asti berencana memanfaatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari BRI. Artinya, ia berhasil melakukan perencanaan dan pemanfaatan keuangan yang matang, sehingga bisa mengalami pertumbuhan pesat selama dua tahun terakhir.

Kesuksesan Asti tidak membuatnya lupa berbagi. Tidak hanya membiayai pendidikan adik dan memenuhi kebutuhan anak angkatnya, ia juga memikirkan masa depan orang-orang di sekitarnya. Asti memiliki keinginan besar untuk membuka lapangan kerja bagi kaum muda di desanya. “Di sini ada banyak sekali orang muda yang berpikir mencari uang itu anya dengan merantau. Padahal, potensi kita di daerah sangat besar,” ujarnya.

Asti bercita-cita mengembangkan usaha pertanian dan peternakan agar lebih luas dan berkelanjutan. Ia ingin membuktikan bahwa kesuksesan tidak harus dicapai dengan meninggalkan kampung halaman. “Mencari uang itu tidak harus ke tempat lain atau merantau. Di daerah kita ini, potensi untuk mendapatkan uang sangat tinggi. Banyak tanah yang luas dan bisa dimanfaatkan. Jadi, semuanya kembali ke kemauan kita. Kalau kita mau berkembang, ya usaha, terus berusaha, jangan pernah menyerah,” pesan Asti.

Asti menyadari bahwa keberhasilannya tidak lepas dari dukungan Plan Indonesia dan Citi Foundation. “Terima kasih banyak, karena sudah membantu kami membuka wawasan. Kami mendapatkan berbagai pelatihan tentang caranya bisa berkembang di daerah sendiri,” ungkapnya. Program YLAF bukan hanya memberikan bantuan fisik, tetapi juga membangun kepercayaan diri dan semangat wirausaha bagi orang seperti Asti.

Kisah Asti adalah bukti bahwa peluang besar ada di sekitar kita. Dengan tekad, kerja keras, dan dukungan yang tepat, orang muda di daerah bisa sukses tanpa harus merantau. Asti tidak hanya mengubah hidupnya sendiri, tetapi juga menjadi inspirasi bagi orang sekitar. Ia menunjukkan bahwa keberhasilan sejati adalah ketika kita mampu berdaya dan mendukung orang lain.

Ditulis oleh: Agus Haru │Editor: Masajeng Rahmiasri │Foto: Plan Indonesia/Agus Haru

Bagikan :