Chevron Right Black Siaran Pers Chevron Right Gray Anak Perempuan Indonesia Wakili Plan International dalam Konferensi Pengurangan Risiko Bencana se Asia-Pasifik

Anak Perempuan Indonesia Wakili Plan International dalam Konferensi Pengurangan Risiko Bencana se Asia-Pasifik

17 October 2024

Manila, Filipina – 17 Oktober 2024. The Asia-Pacific Ministerial Conference on Disaster Risk Reduction (APMCDRR) atau Konferensi Tingkat Menteri se Asia-Pasifik tentang Pengurangan Risiko Bencana (PRB) 2024 telah dilaksanakan di Manila, Filipina, dari 14-18 Oktober 2024. Plan International di Asia dan Pasifik selama satu minggu telah berperan penting dalam dengan mengadvokasi keterlibatan aktif anak perempuan, anak laki-laki, dan kaum muda dalam pengurangan risiko bencana (DRR) serta aksi iklim.

APMCDRR 2024 yang diselenggarakan oleh Pemerintah Filipina dan Kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengurangan Risiko Bencana (UNDRR) menjadi agenda penting untuk mengevaluasi dan meningkatkan kerja sama dalam mengimplementasikan Kerangka Kerja Sendai. Tema konferensi, “Surge to 2030: Enhancing Ambition in Asia-Pacific to Accelerate Disaster Risk Reduction,” juga menyoroti solusi inovatif dan mendorong komitmen mendesak untuk mengurangi risiko bencana pada 2030.

Stevi menjadi salah satu pemimpin muda yang mewakili Plan International dalam APMCDRR 2024 dari Indonesia. Selain dirinya, Plan International juga diwakili oleh delegasi dari Filipina, Timor-Leste, Nepal, Bangladesh, Jerman, dan negara-negara Asia-Pasifik lainnya.

Sebagai Duta Youth Leadership Academy (YLA) for Gender dan Climate Action oleh Plan International, didukung Rockefeller Foundation, dan pendiri Greeneighbour Indonesia, Stevi telah berperan aktif dalam mengadvokasi transisi energi dan adaptasi iklim, terutama di komunitas pesisir yang rentan.

Stevi mempresentasikan keberhasilan proyek komunitasnya yang memperkenalkan panel surya untuk mengurangi ketergantungan nelayan sebagai kelompok yang termarjinalkan di Jakarta Utara pada bahan bakar fosil. Dalam konferensi ini, Stevi juga menyoroti pentingnya peran kaum muda dalam pengurangan risiko bencana (PRB), terutama dalam melindungi kelompok yang paling rentan.

“Dampak perubahan iklim tidak dirasakan secara setara; dampaknya lebih berat bagi mereka yang sudah terpinggirkan, terutama penyandang disabilitas. Kami mendorong pemangku kepentingan untuk mendanai dan melaksanakan lebih banyak kampanye yang ramah disabilitas guna meningkatkan kesadaran tentang perubahan iklim dan risiko bencana,” ungkap Stevi.

Keterlibatan Kaum Muda dalam Pengurangan Risiko Bencana di Asia-Pasifik: Panggilan untuk Aksi

Kawasan Asia-Pasifikmenghadapi risiko bencana yang semakin meningkat akibat perubahan iklim, cuaca ekstrem, dan ketidaksetaraan sosial. Pada tahun 2022, lebih dari 140 bencana terjadi di Asia-Pasifik, menyebabkan lebih dari 7.500 kematian, berdampak pada lebih dari 64 juta orang, dan menyebabkan kerugian ekonomi yang diperkirakan mencapai 57 miliar dolar Amerika Serikat. Lebih dari itu, berbagai kelompok rentan seperti anak perempuan, perempuan muda, serta penyandang disabilitas mengalami dampak yang tidak setara dari bahaya iklim.

Vanda Lengkong, Regional Head of Humanitarian Preparedness, Response and Resilience, Plan International in Asia and the Pacific mengangkat fokus utama Plan International dalam konferensi ini yaitu pengurangan risiko bencana yang berpusat pada anak dan kaum muda serta responsif gender.

“Dalam APMCDRR 2024, kami mengadvokasi agar anak-anak dan kaum muda yang merupakan pemimpin masa depan dan agen perubahan aktif harus sepenuhnya dilibatkan dalam pengambilan keputusan terkait bencana dan iklim,” ungkap Vanda.

Sebagai bagian dari upaya ini, Plan International telah tergabung dalam sekretariat Asia Pacific Coalition for School Safety (APCSS) untuk mengoordinasikan jaringan luasnya dan bekerja sama dengan mitra regional untuk memperkuat suara kaum muda dalam mengatasi risiko iklim dan bencana serta melindungi kelompok rentan.

Kolaborasi lainnya adalah bersama Major Group for Children and Youth dalam Forum Pemangku Kepentingan Anak dan Kaum Muda dalam APMCDRR 2024. Melalui kolaborasi ini Plan International akan terus memperjuangkan inisiatif Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) untuk membangun ketahanan di lingkungan pendidikan yang sekaligus memperingati Hari Internasional Pengurangan Risiko Bencana pada 13 Oktober.

Plan International juga mendesak pemerintah dan organisasi masyarakat sipil untuk mendukung partisipasi kaum muda yang bermakna dalam ketangguhan bencana. Hal ini mencakup penyediaan sumber daya keuangan dan teknis untuk inisiatif PRB yang dipimpin kaum muda, mempromosikan kesetaraan gender dalam pengambilan keputusan, dan memastikan suara kaum muda menjadi bagian integral dari semua tahap pengelolaan dan pemulihan risiko bencana.

Narahubung

Vanda Lengkong, Regional Head of Humanitarian Preparedness, Response and Resilience, Plan International Asia-Pacific

Email: [email protected]

Cao Tran Que Chi, Regional Communications Officer, Plan International Asia-Pacific

Email: [email protected]

Tentang Plan International

Plan International adalah organisasi pembangunan dan kemanusiaan independen yang memajukan hak-hak anak dan kesetaraan bagi anak perempuan. Kami percaya pada kekuatan dan potensi setiap anak, tetapi kami tahu hal ini sering dihambat oleh kemiskinan, kekerasan, pengecualian, dan diskriminasi. Dan anak perempuanlah yang paling terpengaruh.

Bekerja sama dengan anak-anak, kaum muda, pendukung, dan mitra, kami berupaya mewujudkan dunia yang adil, mengatasi akar permasalahan yang dihadapi anak perempuan dan anak-anak rentan. Kami mendukung hak-hak anak sejak lahir hingga dewasa, dan kami memberi kesempatan kepada anak-anak untuk mempersiapkan diri dan menanggapi krisis. Kami mendorong perubahan dalam praktik dan kebijakan di tingkat lokal, nasional, dan global menggunakan jaringan, pengalaman, dan pengetahuan kami.

Selama lebih dari 85 tahun, kami telah mengumpulkan optimisme dan bertekad untuk mengubah kehidupan semua anak di lebih dari 80 negara.

Kami tidak akan berhenti sampai semua setara.

Tentang Plan International in Asia and the Pacific

Dengan fokus pada kesetaraan gender, perlindungan anak, dan pengurangan risiko bencana, Plan International di Asia dan Pasifik bekerja di 15 negara bersama dengan komunitas, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya untuk menciptakan dunia yang adil dan inklusif, di mana semua anak dapat memenuhi potensi mereka.

Plan International APAC telah terlibat aktif dalam serangkaian konferensi tingkat menteri tentang Pengurnagan Risiko Bencana (PEB) sejak tahun 2012, secara konsisten bermitra dengan organisasi regional, termasuk yang berfokus pada anak dan kaum muda, untuk mempromosikan keterlibatan yang bermakna dari anak perempuan, anak laki-laki, remaja, dan kaum muda dalam upaya PRB dan Resiliensi.

Tentang Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia)

Plan International telah bekerja di Indonesia sejak 1969 dan resmi menjadi Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) pada 2017. Kami bekerja untuk memperjuangkan pemenuhan hak anak dan kesetaraan bagi anak perempuan. Kami juga bekerja bersama kaum muda, untuk memastikan partisipasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan terkait hidup mereka.

Sebagai bagian dari Plan International Inc., Plan Indonesia memiliki program anak sponsor. Plan Indonesia telah membina 36 ribu anak perempuan dan laki-laki di Nusa Tenggara Timur, dengan lima komitmen untuk memenuhi hak dasar mereka, yaitu hak atas akta kelahiran, vaksin dasar, air bersih, sanitasi, dan kebersihan, juga pendidikan.

Plan Indonesia bekerja pada 8 provinsi melalui tujuh program tematik, yaitu Pencegahan Gagal Tumbuh Anak, Penghapusan Kekerasan terhadap Anak dan Kaum Muda, Kesehatan Remaja, Ketenagakerjaan dan Kewirausahaan Kaum Muda, Sekolah Tangguh, Kesiapsiagaan Bencana dan Respons Kemanusiaan yang Responsif Gender, juga Resiliensi Iklim yang Dipimipin oleh Kaum Muda.

Program-program ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kepemimpinan, agensi, dan gerakan sosial yang melibatkan dan menargetkan agar 3 juta anak perempuan mendapatkan kekuatan yang setara, kebebasan yang setara, dan representasi yang setara.

Informasi lebih lanjut: plan-international.or.id

Tentang the Youth Leadership Academy on Gender and Climate Action

Perubahan iklim adalah ketidakadilan sosial, lintas generasi, gender, dan ras yang memperdalam ketidaksetaraan yang ada dan menghambat kemajuan yang telah dicapai menuju Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Kaum muda, terutama anak perempuan dan perempuan muda, berada di garis depan kerentanan iklim dan aktivisme. Meskipun kelompok-kelompok ini adalah yang paling terdampak oleh perubahan iklim, suara mereka tidak diwakili secara memadai dalam diskusi iklim, menghasilkan kebijakan yang tidak mengatasi kebutuhan spesifik mereka.

Plan International berkomitmen untuk bekerja sama dengan anak perempuan dan kaum muda untuk mempromosikan aksi iklim dan keadilan iklim. Youth Leadership Academy (YLA) for Gender and Climate Action yang didanai oleh The Rockefeller Foundation, dirancang sebagai platform strategis untuk mendukung kaum muda, terutama perempuan muda, untuk menjadi pemimpin dan influencer dalam adaptasi perubahan iklim yang responsif gender. Tahun ini, YLA mengumpulkan para pemimpin muda regional sebanyak 40 orang dari India, Indonesia, Filipina, Thailand, dan Vietnam untuk mendorong perubahan positif.

Bagikan :